Jumat, 21 Agustus 2015

Cerpen Remaja-Honey


Honey

23 Mei 2015

Sebuah kisah membiaskan rasa dalam bungkusan keindahan sebagai seberkas pancaran dari surga Sang Maha Kuasa. Masa saat SMP dimana rasa penasaran membumbung bagaikan layang-layang yang tidak mempunyai beban, bebas melayang melihat luas dunia. Saat itulah aku berkenalan dengan indahnya kehidupan yang dihiasi oleh seorang kekasih.

Entah apa yang aku rasakan pada waktu itu rasa damai yang selalu menyelimuti suasana hati saat aku melihat paras cantik berbaluk hijab pink yang selalu terlintas dalam pikiranku dikala aku duduk termenung ditemani berkas cahaya bulan purna. Honey, itulah hal yang paling ku ingat dari dirinya. Sosok yang redup dan riang bersahaja.

Waktu itu aku duduk di kelas 8 saat diriku mencoba memberanikan diri untuk tampil dalam ajang pemilihan ketua OSIS. Aku dan honey ikut mencalonkan diri sebagai calon ketua OSIS dan akhirnya aku terpilih menjadi ketua OSIS dan Honey menjadi wakil ketua OSIS. Hampir setiap ada kegiatan atau even-even perlombaan aku dan honey selalu terlibat karena . Dari situlah timbul benih-benih asamara yang kian hari kian membara. Pepatah Jawa mengatakan witing tresno jalaran soko kulino (awal dari rasa cinta berasal dari sering).

Sebagai seorang laki-laki aku termasuk pemalu apalagi kalau berurusan dengan perempuan. Maklumlah dengan semua keterbatasan yang aku punya. Namun aku tidak terlalu ambil pusing karena nyatanya aku bisa menjadi ketua OSIS.

Honey adalah sebuah gadis impian. Kecantikan dan kerendahan hatinyalah yang membuat dia banyak digandrungi oleh banyak laki-laki dan disenangi oleh teman-teman. Tetapi yang membuat aku tidak bisa lupa darinya adalah sikap lembut, manja, romantis, dan penuh dengan kejutan yang tak terduga. Dan yang paling membuatku kaget adalah ternyata usianya lebih tua darinya memang lucu harusnya aku yang memanggilnya dengan sebutan Mba atau setidaknya kakak tapi malih kebalikannya akulah yang dipanggil dengan panggilan kakak. Aku tidak pernah mempermasalahkan perbedaan usia diantara kita.

Sejak awal aku belum tahu menau denggan urusan pacaran sampai aku bertemu dengan Honey. Ia mengajarkanku apa itu kedewasaan, setia, pengertian, dan perhatian kepada orang. Kian hari hubunganku dengan Honey semakin dekat hingga tiba ujian akhir sekolah.

Setelah lulus SMP aku melanjutkan ke sebuah SMA di luar kota sedangkan Honey memilih berhenti sekolah dan ia memilih untuk bekerja di Bandung. Malam itu, sebelum Honey bertandang ke Banduung adalah malam terberat dalam hidupku untuk melepas seorang kekasih yang menjadi tumpuhan hati.

Meskipun aku dan Honey di pisahhkan dengan jarak yang cukup jauh, namun aku selalu berkomunikasi lewat SMS maupun Facebook. Hanya bisa tersenyum dan membayangkan masa-masa di mana aku dan Honey bersama-sama dulu. Aku selalu rutih memberi kabar kepada Honey tentang kabarku di sekolah. Pada suatu hari ada kabar yang membuatku cukup bahagia, Honey akan sekolah di kota yang sama denganku tahun ajaran baru besok. Walaupun beda sekolah aku sudah bahagia karena setidaknya aku masih bisa bertemua dengannya.

Tahun demi tahun berganti dan saat ini aku duduk di kelas 3 SMA. Masa penentuan karena tahun ini aku akan untuk bertempur melawan Ujian Nasional dan ujian akhir Sekolah. Tiga bulan sebelum pelaksanaan ujian nasional, aku bertemu dengan Honey kalau tidak salah waktu itu tanggal 29 Desember aku memberanikan diri untuk mengakhiri hubunganku dengannya. Pedih memamng pedih rasa sayang dalam dada ini sama sekali tidak berkurang sedikitpun dari pertama aku bertemu dengan hingga kini namun apa daya kedua orang tua memintaku untuk fokus dengan sekolahku terlebih dahulu. Sebuah keputusan yang tidak pernah aku banyangkan sebelumnnya. PUTUS.

Saat ini aku menempuh pendidikan di sebuah Universitas Negeri di Yogyakarta. Sudah lam aku tidak berjumpa dengan Honey terakhir kali aku mendengar kabar bahwa ia sudah memiliki pacara lagi dan lebih sempurna dariku karena dia sudah bekerja dan dalam bebrapa bulan kedepan Honey akan bertunangan dengan pacarnya.

Hanya do’a yang dapat aku lantunkan untuk Honey agar ia bahagia dan tak akan meneteskan air matanya lagi karena sakit hati. Kini aku sadari bahwa rasa sayang itu tidak selalu harus berdampingan dengan sang pujaan hati cukup mendengar dan melihatnya bahagia dan tertawa dengan orang lain.



Bersambung....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar