Tetesan air itu
benar-benar merintih
Satu demi satu
jatuh tanpa beban
Pertanda jika
hatinya tertatih
Dalam hati hati
dia berkata apalah arti teman
Jika hanya
membuat asa semakin luruh
Mengharap
seorang yang menawan
Sosok bercahaya
seperti rembulan
Namun apakah
kau tidak mengerti
Dalam asa ini
diri terus menanti
Di pojok kamar
ini,
Dentingan jam
dinding sebagai saksinya
Saat harap
hanya senyap
Menanti seorang
pujaan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar