Kilas Balik
Bayangan itu
selalu terbayang bersama dengan tetes air mata
Sentuhan hangat
yang selalu membelai langkah
Dalam hening
terngiang akan penghianatan
Hilang sendiri
dan hamapa
Manis janji di
lidah yang semu melayang
Bersama walau
dalam kematian
Hanya sebatas
ujung rambut
Semudah air
menghapus tulisan dalamnya
Bangkit dalam
keharuan di balik punuk diri
Bayang
diharap hilang oleh biru aroma pembaruan
Janji dalam
rasio hati yang bergolak
Mengatakan
tinggalkan bumi
Meneteskan titik
darah tak akan menumbuhkan batu
Namun batu akan
lunak oleh ketulusan
Berlubang tidak
berarti simbol kehancuran
Pembelajaran
menjadi guru nomer satua
Tidak ada komentar:
Posting Komentar