Sabtu, 19 September 2015

Puisi-Duduk di Tengkuk

Duduk Di Tengkuk
Oleh: Achmad Mukhlasin

Perdebatan akal pikiran tak terelakkan
Warna-warni gagasan melahirkan gagasan
Beranggap bahwa dunia hanya miliknya
Lain yang hanya pengikut semata

Oh dunia indahnya hanya di pelupuk saja
Tetapi arogansi selalu menyelimuti
Anak manusia berpikir tentang sama rata
Tetapi cara tak lebih dari omong belaka

Sajak-sajak mereka baca meliuk-liuk berirama
Mana keadilan, mana keadilan.. kata mereka
Sang Nafsu masing duduk ditengkuk mereka
Atas nama kebersamaan hitam jadi pujaan

Para sarjanapun punya kepala
Dikuras dan dilukiskan lewat tinta berwarna
Melahirkan sebuah dogma kata-kata
Semoga dapat berguna.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar