Duduk Di
Tengkuk
Oleh:
Achmad Mukhlasin
Perdebatan
akal pikiran tak terelakkan
Warna-warni
gagasan melahirkan gagasan
Beranggap
bahwa dunia hanya miliknya
Oh
dunia indahnya hanya di pelupuk saja
Tetapi
arogansi selalu menyelimuti
Anak
manusia berpikir tentang sama rata
Tetapi
cara tak lebih dari omong belaka
Sajak-sajak
mereka baca meliuk-liuk berirama
Mana
keadilan, mana keadilan.. kata mereka
Sang
Nafsu masing duduk ditengkuk mereka
Atas
nama kebersamaan hitam jadi pujaan
Para
sarjanapun punya kepala
Dikuras
dan dilukiskan lewat tinta berwarna
Melahirkan
sebuah dogma kata-kata
Semoga
dapat berguna.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar