Sabtu, 19 September 2015

Puisi-Dua Sisi Dunia



Dia lebih dekat dari nadimu
Dia halus lebih halus dari hembusan nafasmu
Mata dunia tak akan menatapnya
Berbeda dengan orang orang mulia

Dihantar oleh detik detik yang dingin
Dingin, dingin merajut lewat sela kerongkongan
Diarak dengan kalimat dan ayat suci-Nya
Tetes demi tetes itu kian luluh membasahi bumi

Segala sesuatu milik-Nya dan
Akan kembali kepada-Nya

Satu sisi yang siap menjemput semu-semu kabut
Membawa kabar baik buruk berupa maut
Menghantar pada dimensi yang berbatas kayu,
Beberapa meter tanah dan sebuah papan nisan

Berbaring dalam gelap dibubuhi bungan aneka warna
Air doa tak ingin tertinggal membawa rasa dingin
Dingin yang menyejukkan
ataukah pekik cambuk dua penjaga dimensi

siapkah dirimu?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar