Dia lebih dekat dari nadimu
Dia halus lebih halus dari hembusan nafasmu
Mata dunia tak akan menatapnya
Berbeda dengan orang orang mulia
Dihantar oleh detik detik yang dingin
Dingin, dingin merajut lewat sela kerongkongan
Diarak dengan kalimat dan ayat suci-Nya
Tetes demi tetes itu kian luluh membasahi bumi
Segala sesuatu milik-Nya dan
Akan kembali kepada-Nya
Satu sisi yang siap menjemput semu-semu kabut
Membawa kabar baik buruk berupa maut
Menghantar pada dimensi yang berbatas kayu,
Beberapa meter tanah dan sebuah papan nisan
Berbaring dalam gelap dibubuhi bungan aneka warna
Air doa tak ingin tertinggal membawa rasa dingin
Dingin yang menyejukkan
ataukah pekik cambuk dua penjaga dimensi
siapkah dirimu?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar