Senin, 28 September 2015

Puisi-Tanpa Bulu



Tanpa Bulu

Dia memandang betis-betis
Nian jenjang kokoh tiang Negara
Tinggi semampai tegak membubuh sampai lintang
Mata yang tak hentinya menatap
Ini berkah atau ujian?

Perbedaan dalam kultur yang membigungkan
Antara Timur dan Barat
Sepintas hanya terpisah oleh ketololan

Lolongan anjing manusia,
Meneteskan liur binal kehausan
Maju atau mundur, pelor atau palu mungkin berguna

Ah… lama ia berjalan tanpa bulu di tubuhnya
Bangga akan cacat yang tersembunyi
Patutkah mulut mengutuk atau mati
diam oleh lumut

                                                                                    Kamar Nissa,26 September 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar