Setitik Cahaya
Tempat tenang terasa saat
embun akhirnya menetes
Rasa yang belum pernah
keluar dari dasar jurang tumpuhan
Dalam tabir terkuak
setitik cahaya
Engkau akan hilang
ataukah menghilang
Pernah budak bertengger
Pada pijakan hidup
bersanding dengan
Dewi berparas gugusan
bintang yang dipoles
Dengan butiran pasir
berlian tepat disana
Tenglah wahai perindu
alam nista
Setetes air keringatku
Kan ku bayar dengan
padang safana
Untuk ku sajikan pada
jiwa yang tergores
Oleh padang tandus,
pengharapan.
Tanpa bayang, 20/09/15
Tidak ada komentar:
Posting Komentar